Pages

Tuesday, July 30, 2019

Transjakarta Tak Terima Tunai, Penumpang Wajib Punya e-Money

Jakarta, CNN Indonesia -- PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memastikan tidak lagi menerima pembayaran tunai di seluruh armadanya. Pasalnya, perusahaan menargetkan pemasangan mesin pembaca (reader) Tap on Bus (TOB) untuk rute non Bus Rapid Transit (BRT) rampung pada akhir 2019.

"Jadi, tak ada lagi ketergantungan pada mesin Electronic Data Capture (EDC) dari bank. Tak ada lagi pembayaran tunai dengan tiket kertas, yang artinya semua pelanggan Transjakarta juga harus punya kartu bank," ujar Direktur Utama Transjakarta Agung Wicaksono dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (31/9).

Agung mengungkapkan sistem pembayaran yang digunakan di bus Transjakarta sejak dulu hanya menggunakan tiket melalui tapping di gerbang (gate) halte dengan menggunakan Kartu Uang Elektronik (KUE) dari bank. Skema pembayaran itu digunakan untuk rute BRT di dalam koridor atau yang lebih sering disebut busway.

Namun, sambung ia, armada perusahaan saat ini lebih banyak melintasi rute yang non BRT. Hal itu dilakukan agar lebih banyak kawasan yang bisa dijangkau. Saat ini, hampir 900 bus non BRT dioperasikan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta ini.

"Nah, untuk rute non BRT ini, haltenya tidak di tengah koridor, jadi pembayarannya tidak bisa tapping di halte, melainkan di dalam bus," tuturnya.

Saat ini, pembayaran pada armada non BRT masih menggunakan EDC. Pasalnya, perusahaan dulu tidak melakukan investasi sendiri untuk sistem pembayarannnya dan masih bergantung dari bank. Sementara, satu mesin EDC hanya bisa membaca satu jenis kartu bank tertentu.

"Semua pembayaran pakai KUE dari Bank. Semua sistem yang menginstalasi dari bank. Akibatnya, Transjakarta jadi tergantung dengan bank. Termasuk dalam kesediaan mesin EDC," ujarnya.

Mengingat pasokan mesin EDC ini bergantung dari bank terkait, sebagai cadangan perusahaan menyediakan tiket kertas untuk bukti pembayaran.

Padahal, mekanisme pembayaran yang paling memungkinkan untuk dilakukan pelanggan saat di dalam bus adalah dengan TOB, tidak lagi menggunakan EDC. Di saat yang sama, perusahaan ingin terlepas dari ketergantungan pada bank dalam hal penyediaan EDC.

Karenanya, semua armada bus non BRT saat ini dalam proses pemasangan mesin pembaca untuk TOB. Peralihan dari EDC ke TOB ini, lanjut Agus, semata-mata untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

[Gambas:Video CNN]

Ke depan, ia berharap Transjakarta menjadi angkutan modern yang terus berkembang.

"Kita semua terus bersama-sama membuat layanan Transjakarta lebih baik. Dari yang dulunya selalu pakai tiket kertas dan EDC untuk non BRT, ke depannya menjadi dengan Tap On Bus. Biar kayak orang-orang di angkutan modern kota-kota lain di dunia," pungkasnya. (sfr)

Let's block ads! (Why?)



from CNN Indonesia https://ift.tt/2KdYoQv
via IFTTT

Antisipasi The Fed, Emas Antam Naik Jadi Rp711 Ribu per Gram

Jakarta, CNN Indonesia -- Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dibanderol senilai Rp711 ribu per gram pada Rabu (31/7). Posisi ini terkerek Rp4.000 dari sebelumnya Rp707 ribu per gram.

Harga pembelian kembali (buyback) juga naik Rp4.000 dari Rp636 ribu menjadi Rp640 ribu per gram.

Emas batangan Antam dijual dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram, dengan harga yang berbeda sesuai ukurannya.

Berdasarkan situs logammulia.com, emas batangan Antam dengan ukuran 0,5 gram dijual di harga Rp380 ribu, sedangkan 1 gram Rp711 ribu.

Untuk emas dengan ukuran 2 gram dijual dengan harga Rp1,37 juta, 3 gram Rp2,03 juta, 5 gram Rp3,37 juta, dan 10 gram Rp6,68 juta.

Sementara, emas dengan ukuran 25 gram dijual dengan harga Rp16,6 juta, 50 gram Rp33,13 juta, dan 100 gram Rp66,2 juta.

Lalu, emas dengan ukuran 250 gram dijual dengan harga Rp165,25 juta, 500 gram Rp330,3 juta, dan 1.000 gram Rp660,6 juta.

Harga emas Antam tersebut termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP dikenakan potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

[Gambas:Video CNN]

Mengutip Reuters, harga emas global melanjutkan penguatan pada Selasa (30/7). Harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi US$1.429 per ons. Sedangkan emas berjangka AS menanjak lebih tinggi 0,7 persen ke US$1.429 per ons.

Kenaikan emas dunia dipicu oleh mendekatnya pengumuman kebijakan suku bunga acuan bank sentral AS The Federal Reserves (The Fed). Investor berekspektasi The Fed bakal menurunkan suku bunganya, Fed Rate. Pengumuman resmi terkait kebijakan moneter tersebut akan diumumkan pada Rabu (31/7), waktu setempat. (ulf/sfr)

Let's block ads! (Why?)



from CNN Indonesia https://ift.tt/2GDkfj0
via IFTTT